Jumat, 13 Juni 2014

Mengatasi Teman Yang Mengganggu Waktu Istirahat

Ketika kunjungan teman menjadi gangguan
Silaturrahim memang disarankan, diantara caranya adalah mengunjungi teman atau saudara. Akan tetapi jika kita berkunjung ke rumah teman atau saudara, kita pun harus dan wajib menggunakan etika. Salah satunya etika tentang waktu. Jangan sampai kunjungan kita malah jadinya mengganggu waktu istirahat dan atau waktu kerjanya.

Misalnya saat dia sedang menggarap kerjaan lemburnya, atau sampai dia kehilangan waktu tidurnya.

Saya sendiri pernah berkali-kali mengalami hal ini. Kalau seandainya saya kehilangan waktu istirahat cuma sehari dua hari itu gak masalah. Akan tetapi yang jadi masalah adalah ketika itu dilakukan secara berturut-turut selama berhari-hari. Dan yang paling parah adalah dulu ketika bulan Ramadhan tahun 1433. Saat itu seorang teman datang untuk sekedar berbincang-bincang dan menonton tv sampai tengah malam. Padahal ketika dini hari, sekitar jam tiga saya harus bangun untuk makan sahur, otomatis jam tidur berkurang drastis. Masih mending jika esoknya bisa minum air putih yang banyak untuk menyegarkan badan. Tapi waktu itu sedang puasa dan aktifitas harus tetap berjalan, sehingga energi pun terforsir. Dan parahnya dia datang setiap hari berturut-turut selama berhari-hari full, sedangkan saya merasa sungkan untuk menyuruhnya pulang. Setelah itu saya pun jatuh sakit, gejala tipus, dan gak bisa puasa berhari-hari.

 Jika kamu juga mengalami hal ini, kamu bisa ambil langkah-langkah berikut:
  1. Suruh dia pulang.
    Jika kamu orangnya ringan lidah (apa artinya?), ucapkan saja langsung padanya "Sori Bro, aku udah ngantuk nih, kamu pulang aja ya." Tapi jika kamu merasa sungkan, merasa gak enak, kamu bisa coba cara lain.
  2. Bicara secara tak langsung.
    Kalau sungkan bicara blak-blakan, cobalah dengan kalimat yang gak blak-blakan, misalnya: "Wah, besok aku harus berangkat pagi-pagi nih, jangan sampai kesiangan." Seharusnya temanmu itu sudah bisa mikir apa makna kalimat itu dan dengan tahu diri berpamitan pulang.
  3. Sibukkan dirimu.
    Lakukan lemburanmu dengan kelihatan sungguh-sungguh dan berkonsentrasi, sehingga dia akan merasa dicueki. Lakukan cara ini untuk teman yang bandel. Jika kamu gak punya kerjaan lembur, pura-puralah melakukan sesuatu dan lakukan dengan sibuk.
  4. Tunjukkan kamu ngantuk.
    Tunjukkanlah dengan sengaja bahwa kamu itu ngantuk. Perlihatkan dengan jelas ekspresi-ekspresi ngantukmu. Misalnya letakkan kepalamu di meja, jangan bicara untuk beberapa saat sehingga terkesan saking ngantuknya kamu. Ini akan membuat temanmu itu akhirnya bosan karena gak ada teman ngobrol dan akhirnya pulang.

  5. Berkunjung jangan sampai mengganggu
    Sumber gambar dari

  6. Matikan listrikmu.
    Entah kamu lakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain, matikan listrikmu dan pura-pura listrikmu rusak supaya dia jadi tak betah dan pengen pulang. Tapi jangan lakukan ini kalau temanmu itu seorang teknisi listrik.
  7. Putar lagu "Begadang".
    Jika kamu punya koleksi lagu Bang Haji Rhoma Irama, putarlah lagu "Begadang". Ini bisa menjadi sindiran untuk temanmu itu. "Begadang jangan begadang... Kalau tiada artinya. Begadang boleh saja... kalau ada perlunya..."
  8. Tutup pintu sebelum dia datang.
    Ini bisa dilakukan apabila temanmu itu datang selama berhari-hari secara berturut-turut. Jadi jika semalam dia pulang malam, dan kira-kira nanti dia akan datang lagi, maka tutuplah pintu rumahmu sebelum dia datang. Jangan lupa matikan lampu ruangan depan sehingga terkesan kamu dan keluargamu sedang pergi ke luar kota.
Oke, silakan ditambah jika ada yang mau menambahkan.
Sumber gambar: Gambar jam dibuat sendiri menggunakan software "Inkscape"

1 komentar:

  1. Hehe sip mantep artikelnya agak kocak tapi benar dan merupakan sebuah petunjuk bagi yang belum tahu

    BalasHapus